Posted by: gecor | 21 July, 2010

Mengamati Tenaga Kerja ‘Usia Tua’ di Singapura

P4170133 P4170030
P4170019 P4170084
Membaca Iklan di Koran Kaltim Post hari ini tentang Iklan pembukaan Rute Baru salah satu  Operator Penerbangan Nasional di Indonesia yaitu Rute Balikpapan – Singapura dengan harga PROMO tentunya kabar gembira bagi masyarakat Balikpapan khususnya atau Kaltim pada umumnya.
Bagaimana tidak senang, untuk harga tiket Balikpapan – Singapuran di bandrol hanya IDR 348.800,- pasti asyikkan. Namun jangan senang dulu, karena harga tiket promo tersebut tentunya sulit didapat walaupun via online internet karena maklumlah jumlah Seat/Tempat duduk terbatas serta tentunya yang cari juga banyak. Namun harga tersebut Super Murah (Sekali lagi bila dapat) bila kita menggunakan rute sebelumnya yaitu Balikpapan-Jakarta-Langsung/via Batam- Singapura tentunya harga tiket diatas IDR 1 juta.
Singapura kembali menjadi tujuan kunjungan masyarakat seluruh Indonesia termasuk juga masyarakat Balikpapan atau Kaltim. Tingkat biaya hidup Balikpapan/Kaltim tertinggi secara Nasional tentunya dimanfaatkan benar oleh Operator penerbangan Udarah untuk menjaring penumpang sebanyak-banyaknya.  Singapura sampai saat ini masih menjadi Favorit tujuan wisata asal Indonesia. Negara kota ini tentunya sangat tergantung pendapatan devisa dari kunjungan pelancong dari seluruh Indonesia.
Bagi kita yang sudah beberapa kali berkunjung di Singapura tentunya sudah tidak bagitu antusias lagi. Objek wisata Alam seperti pulau Sentosa, East Coast Park, The Merlion  dan lainnya cukup dikunjungi satu kali sudah puas. Apalagi untuk wisata kota melihat gedung-gedung pencakar langit seperti yang baru diresmikan sebelumnya yaitu Gedung pantastis Marian Bay Sands, Resort World Sentosa, The Helx Bridge dll.
Namun demikian Singapura perlu dicontoh tentang totalitas mengarap industri pariwisatanya. Pelancong dari Seluruh Dunia bila berkunjung ke Singapura dipastikan mendapatkan pelayanan yang sangat profesional bahkan Super.  Super kemasanan wisatanya, Super kemasanan events berskala Internasional, Super kenyamanan dan keamanannya. Kecap No. 1 pastinya.
Dari semua kondisi yang sangat prima tersebut tentunya ada yang menarik perhatian kami saat melakukan perjalanan di Singapura bulan Mei 2010. Saat kami makan siang di Asian Food Mall, Lucky Plaza,  Orchard Road salah satu tempat yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia.  Pegawai yang melayani kami makan umumnya (bahkan semuanya) wanita sudah usia tua. Bila di Indonesia dengan usia segitu tentunya sudah tidak melakukan aktifitas yang berat-berat lagi bahkan mungkin lebih banyak di rumah meladeni dan bercengkrama dengan  cucu mereka.
Apakah kondisi ini disebabkan tenaga kerja muda di Singapura sangat minim? atau memang budaya kerja sangat tinggi di Singapura sehingga walaupun sudah tua tetap semangat untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat tinggi disana. Pendekatan yang paling mungkin adalah dengan jumlah penduduk yang terbatas dan sangat selektif tentunya lapangan kerja yang terbuka lebar khususnya untuk  industri pariwisata sudah mencukupi untuk generasi muda Singapura untuk mencari kerja bahkan mungkin kurang.
Sehingga untuk tenaga kerja di sektor lainnya yang memerlukan skill rendah dipastikan sangat kekurangan.
Nah peluang inilah yang digunakan generasi yang sudah tua mencari pendapatan untuk biaya hidupnya. Pertanyaan berikutnya adalah Kenapa Sudah Tua  harus bersusah payah untuk bekerja? Kemana Anak-anaknya? Apakah Anak-anaknya tidak mampu membiayai Ortunya yang sudah Uzur tersebut? Atau kehidupan modern itu, ya seperti begitu?
Sudah tak perlu kita jawab semua pertanyaan diatas. Yang pasti berbahagialah kita yang hidup di Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan kepada yang lebih tua (Walaupun pastinya tidak semua). Orang tua ditempatkan pada posisi yang sangat baik oleh Anak-anaknya yaitu dirawat, diberi kebahagian bermain dengan cucu-cucunya, diberi keleluasaan beribadah, diberi kebanggaan akan kesuksesan anak-anaknya, dan lainnya.
Semoga kita Selalu Sayang dan Menghormati Orang Tua kita yang tampah pamrih dan segala upaya menjadi kita seperti sekarang ini yaitu sukses, punya penghasilan lebih dari cukup, keluarga yang berbahagia, anak-anak yang sehat walafiat, anak-anak Soleh dan Soleha.

Sering peluklah Orang tua kita saat mereka masih hidup.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.