Tanggal 19 September 2009 atau H-1 sebelum Hari Lebaran di Pasar Klandasan Balikpapan tentunya sama suasananya dengan pasar-pasar tradisional lainnya dikota lain di Indonesia, yaitu pasti ramai dan padat pembeli. Pasar Klandasan Balikpapan merupakan salah satu pasar kelas menengah sampai atas. Masih ada lagi pasar di Balikpapan yang dianggap lebih murah yaitu Pasar Kebun Sayur.
Lokasi pasar kebun Sayur ini berlokasi di Kota Lama Balikpapan yang cukup lengkap dan merupakan pasar yang mensupply kebutuhan berdagang Pasar Klandasan. Selain juga pasar Kebun Sayur ini bagi Ibu atau tamu yang baru datang di Balikpapan merupakan primadona khususnya yang senang alias hobby membeli perhiasan seperti Berlian, Batu Cincin,Souvenir,Lampit, dan banyak lagi. Kembali ke Pasar Klandasan Balikpapan pada hari H-1 sebelum lebaran sangat padat pengunjung. Pasar yang berlokasi di Pusat Kota Balikpapan di Jl Sudirman didepan Gedung BRI ini tidak cukup lebar menampung minat masyarakat untuk berbelanja.
Tempat-tempat yang paling ramai dipenuhi pembeli tentu saja pedagang yang menjual kebutuhan pokok untuk lebaran seperti penjual Ketupat, Penjual Daging (Ayam & Sapi),penjual Kelapa Parut,Sayur-sayuran(Buncis,Kentang,dll),Bumbu-bumbu Santan dan banyak lagi. Bagaimana Soal harganya? Tentunya bila ditanya harga mungkin sebagaian dari pembaca yang hidup di kota-kota di Jawa pasti terkaget-kaget. Harga 5 buah lontong Ketupat yang merupakan makanan khas lebaran diharga Rp.12.000,-. Daging Sapi dihargai Rp.125.000-Rp.150.000,- per Kilo. Ayam Kampung Rp.150.000-Rp.200.000,- per ekor. Ikan Gabus diharga Rp.50.000,- per Kilo.Kelapa parut yang biasanya Rp.3000 menjadi Rp.6000 per buah. Pokoknya Harga pada H-1 Lebaran hampir naik 2x-3x lipat dari hari biasa.
Pengalaman yang paling menarik saat berbelanja di Pasar Klandasan di Balikpapan adalah sikap para pedagang disana rada sombong-sombong. Maklum banyak pembeli mereka minim memberikan layanan yang sepantasnya. Sebagai contoh saat membeli ikan gabus seharga Rp.35.000(Harga sudah) tinggi, kebetulan pembeli minta dikelupas kulit ikan Gabus tersebut. Eh nggak tahunya sipedagang ikan tersebut dengan sombongnya meminta tambahan jasa kuliti ikan Gabus tersebut sehingga harganya menjadi Rp.50.000,-. Kalau nggak mau mereka tetap cuek. Memang hukum pasar berlaku disini, makin besar permintaan maka harga barang khusus kebutuhan bahan pokok selama lebaran akan semangkin tinggi. Jadi pintar-pintar masyarakat mensiasiti kondisi ini yang merupakan tradisi tahunan yang susah untuk dihilangkan. Mungkin beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menekan beban biaya membeli kebutuhan pokok untuk lebaran sbb: a. Belilah kebutuhan pokok seperti daging(Masak rendang), Ayam Kampung(Untuk masak Opor), Kentang/Buncis/Kentang(Untuk Sayur Ketupat), Cabe Merah, Bumbu, Santan Kelapa, Ikan Gabus(utk kuah Ketupat) dan lainnya pada 1(Satu) Minggu sebelum (H-6) sebelum lebaran. Harga bahan-bahan pokok Lebaran tersebut masih relatif normal. b.Seluruh bahan pokok Lebaran tersebut seperti masak Rendang, Masak Opor, Masak Sambal, dan lainnya dapat langsung dimasak pada hari itu juga. Nah mungkin sebagaian Anda menanyakan apakah akan awet alias tidak basi karena lebaran masih 6 Hari lagi? Nah untuk mensiasatinya adalah seluruh masakan tersebut dibungkus dalam plastik yang tahan panas per porsi (Disesuaikan kebutuhan lauk Keluarga pada saat makan Malam/Siang/Pagi) lalu dimasukkan kedalam Briser Kulkas sampai Beku. Pada saat hari H yaitu Hari lebaran makananbeku tersebut dapat dikeluarkan dari Kulkas H-1 untuk dihangat besok paginya saat lebaran. Jadi praktiskan dan dijamin makanan hasil beku tersebut masih segar untuk dikonsumsi dan bisa lebih hemat karena dapat dikonsumsi beberapa hari. c.Jangan membiasakan berbelanja pada H-3 sd H-1sebelum lebaran karena pasti harga tinggi dan juga akan sangat merepotkan karena berdesakan dengan pembeli lainnya. Jadi pada hari tersebut setelah kita sudah melakukan point a dan b diatas maka pada hari H-1 hanya membeli kebutuhan yang sifatnya pelangkap saja dengan volume seperlunya seperti beli lontong Ketupat dan Minuman untuk Lebaran. d.Berkebalikan khusus untuk kebutuhan Kue,Minuman soft Drink,Baju lebaran mungkin dapat dilakukan pada hari H-1 sebelum lebaran karena untuk barang-barang tersebut biasanya kita membelinya di Plasa-Plasa yang menyelenggarakan Super Diskon yang puncaknya H-1 sebelum Lebaran.Pada H-1 para Marchand di Palsa-plasa pastinya ingin menghabiskan stock yang ada(Cuci Gudang) yang tentunya mengejara volume dan kuntungan yang lebih besar. Bila membeli barang tersebut dipasar tradisional justru “Mungkin” saja Harganya lebih mahal dibandingkan harga di Pasar Modern seperti di Plasa-Plasa. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H Minal Aidzin Wal Faizin Mohon Maaf Lahin dan Bathin.
Tanggal 19 September 2009 atau H-1 sebelum Hari Lebaran di Pasar Klandasan Balikpapan tentunya sama suasananya dengan pasar-pasar tradisional lainnya dikota lain di Indonesia, yaitu pasti ramai dan padat pembeli. Pasar Klandasan Balikpapan merupakan salah satu pasar kelas menengah sampai atas. Masih ada lagi pasar di Balikpapan yang dianggap lebih murah yaitu Pasar Kebun Sayur. Lokasi pasar kebun Sayur ini berlokasi di Kota Lama Balikpapan yang cukup lengkap dan merupakan pasar yang mensupply kebutuhan berdagang Pasar Klandasan. Selain juga pasar Kebun Sayur ini bagi Ibu atau tamu yang baru datang di Balikpapan merupakan primadona khususnya yang senang alias hobby membeli perhiasan seperti Berlian, Batu Cincin,Souvenir,Lampit, dan banyak lagi.
Kembali ke Pasar Klandasan Balikpapan pada hari H-1 sebelum lebaran sangat padat pengunjung. Pasar yang berlokasi di Pusat Kota Balikpapan di Jl Sudirman didepan Gedung BRI ini tidak cukup lebar menampung minat masyarakat untuk berbelanja. Tempat-tempat yang paling ramai dipenuhi pembeli tentu saja pedagang yang menjual kebutuhan pokok untuk lebaran seperti penjual Ketupat, Penjual Daging (Ayam & Sapi),penjual Kelapa Parut,Sayur-sayuran(Buncis,Kentang,dll),Bumbu-bumbu Santan dan banyak lagi. Bagaimana Soal harganya?
Tentunya bila ditanya harga mungkin sebagaian dari pembaca yang hidup di kota-kota di Jawa pasti terkaget-kaget. Harga 5 buah lontong Ketupat yang merupakan makanan khas lebaran diharga Rp.12.000,-. Daging Sapi dihargai Rp.125.000-Rp.150.000,- per Kilo. Ayam Kampung Rp.150.000-Rp.200.000,- per ekor. Ikan Gabus diharga Rp.50.000,- per Kilo.Kelapa parut yang biasanya Rp.3000 menjadi Rp.6000 per buah. Pokoknya Harga pada H-1 Lebaran hampir naik 2x-3x lipat dari hari biasa.
Pengalaman yang paling menarik saat berbelanja di Pasar Klandasan di Balikpapan adalah sikap para pedagang disana rada sombong-sombong. Maklum banyak pembeli mereka minim memberikan layanan yang sepantasnya. Sebagai contoh saat membeli ikan gabus seharga Rp.35.000(Harga sudah) tinggi, kebetulan pembeli minta dikelupas kulit ikan Gabus tersebut. Eh nggak tahunya sipedagang ikan tersebut dengan sombongnya meminta tambahan jasa kuliti ikan Gabus tersebut sehingga harganya menjadi Rp.50.000,-. Kalau nggak mau mereka tetap cuek.
Memang hukum pasar berlaku disini, makin besar permintaan maka harga barang khusus kebutuhan bahan pokok selama lebaran akan semangkin tinggi. Jadi pintar-pintar masyarakat mensiasiti kondisi ini yang merupakan tradisi tahunan yang susah untuk dihilangkan. Mungkin beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menekan beban biaya membeli kebutuhan pokok untuk lebaran sbb:
a. Belilah kebutuhan pokok seperti daging(Masak rendang), Ayam Kampung(Untuk masak Opor), Kentang/Buncis/Kentang(Untuk Sayur Ketupat), Cabe Merah, Bumbu, Santan Kelapa, Ikan Gabus(utk kuah Ketupat) dan lainnya pada 1(Satu) Minggu sebelum (H-6) sebelum lebaran. Harga bahan-bahan pokok Lebaran tersebut masih relatif normal.
b.Seluruh bahan pokok Lebaran tersebut seperti masak Rendang, Masak Opor, Masak Sambal, dan lainnya dapat langsung dimasak pada hari itu juga. Nah mungkin sebagaian Anda menanyakan apakah akan awet alias tidak basi karena lebaran masih 6 Hari lagi? Nah untuk mensiasatinya adalah seluruh masakan tersebut dibungkus dalam plastik yang tahan panas per porsi (Disesuaikan kebutuhan lauk Keluarga pada saat makan Malam/Siang/Pagi) lalu dimasukkan kedalam Briser Kulkas sampai Beku. Pada saat hari H yaitu Hari lebaran makananbeku tersebut dapat dikeluarkan dari Kulkas H-1 untuk dihangat besok paginya saat lebaran. Jadi praktiskan dan dijamin makanan hasil beku tersebut masih segar untuk dikonsumsi dan bisa lebih hemat karena dapat dikonsumsi beberapa hari.
c.Jangan membiasakan berbelanja pada H-3 sd H-1sebelum lebaran karena pasti harga tinggi dan juga akan sangat merepotkan karena berdesakan dengan pembeli lainnya. Jadi pada hari tersebut setelah kita sudah melakukan point a dan b diatas maka pada hari H-1 hanya membeli kebutuhan yang sifatnya pelangkap saja dengan volume seperlunya seperti beli lontong Ketupat dan Minuman untuk Lebaran.
d.Berkebalikan khusus untuk kebutuhan Kue,Minuman soft Drink,Baju lebaran mungkin dapat dilakukan pada hari H-1 sebelum lebaran karena untuk barang-barang tersebut biasanya kita membelinya di Plasa-Plasa yang menyelenggarakan Super Diskon yang puncaknya H-1 sebelum Lebaran.Pada H-1 para Marchand di Palsa-plasa pastinya ingin menghabiskan stock yang ada(Cuci Gudang) yang tentunya mengejara volume dan kuntungan yang lebih besar. Bila membeli barang tersebut dipasar tradisional justru “Mungkin” saja Harganya lebih mahal dibandingkan harga di Pasar Modern seperti di Plasa-Plasa.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H Minal Aidzin Wal Faizin Mohon Maaf Lahin dan Bathin.


