Posted by: gecor | 17 September, 2009

Rambu “Becak Dilarang Lewat”

Larangan BecakPasar merupakan tempat bertemu antara pedagang dan pembeli. Selain itu juga biasanya banyak mangkal tukang becak menawarkan jasa angkutan barang dagangan pedagang dan pembeli. Seorang Ibu muda ingin menggunakan jasa tukang becak ini. Dia mendekati salah seorang Tukang becak dipasar tersebut. Langsung sang Ibu menanyakan ke tukang becak tersebut apakah mau mengantarkan dan membawa barang pembelian dari pasar ker rumahnya.
“Pak, bisa antar Saya ke rumah ?” Kata sih Ibu kepada tukang becak tersebut.
“Boleh Ibu, mau Saya antarkan kemana..? Jawab Tukang Becak.

“Komplek Perumahan Sangat Sederhana dekat pasar ini juga Pak, bila jalan lurus tidak terlalu jauh.., berapa ongkosnya?” lanjut Ibu.
“Ongkosnya Rp.10.000,- Ibu” Jawab Si Tukang Becak itu. “Mahal amat Pak, khan rumah Saya dekat saja bahkan komplek rumah Saya masih kelihatan dari Sini..?” Protes Ibu kepada Si Tukang becak.”Maaf ibu, memang rumah ibu dekat namun Saya harus jalan berputar dari sini karena bila jalan lurus dilarang.. Saya berani turunkan ongkosnya bahkan hanya Rp.5000 saja bila tidak dilarang” Tukang becak tersebut berusaha menjelaskan. Wah berarti Tukang becak ini taat aturan lalu lintas nih.

Akhirnya karena tidak ada kesepakatan harga dengan Tukang Becak tersebut yang ngotot tetap tak ingin menurunkan ongkos maka Si Ibu mencari lagi tukang becak lainnya. Ibu tersebut langsung menanyakan kepada tukang becak tersebut dan ternyata Tukang becak tersebut mau mengantarkan ibu tersebut dengan harga lebih rendah yaitu Rp.7500,-. Pikir Ibu itu karena menuju rumahnya harus memutar jalannya maka harga tersebut cukup kompetitif.

Tidak berapa lama ibu tadi naik becak tersebut, dan sejenak kemudian ibu tersebut menjadi heran kok tukang becak ini jalannya lurus saja walaupun dilarang…wah nekat nih pikir Ibu. Tapi Tidak sempat protes dengan Tukang Becak tersebut, benar tiba-tiba becak yang ditumpanginya di STOP Polisi. Si Polisi langsung mau menilang Tukang becak tersebut. Namun Tukang Becak protes keras kepada Polisi kenapa dia nggak salah kok justru mau ditilang. Karena Pak Polisi nggak mau debat panjang maka dibawahlah si Tukang becak ke Rambu tanda larangan becak dilarang masuk. “Nih…kamu lihat nggak ada rambu larangan ini..!” sergah Polisi dengan menahan kesal.”Ini gambar becak dilingkaran merah silang…apa kamu nggak ngerti..!” sambung Polisi ingin berusaha menjelaskan rambu tersebut agar si Tukang becak tidak bisa mengelak lagi kesalahannya dan menerima kesalahannya.

Ternyata tidak begitu. “Pak Polisi..Saya Protes..!” Kata Tukang becak nggak kalah sengitnya.”Bapak Polisi bisa lihat nggak, coba lihat gambar becak di rambu ini…?” Lanjut Tukang becak tersebut dengan serius. “Gambar dilarang lewat becak di silang merah di rambu inikan tidak ada penumpangnya?..sedangkan becak Saya ada penumpangnya…berarti becak Saya tidak dilarang masuk dunk..” wah gaswat ini jadi begini jadinya. Akhirnya karena Pak Polisi tidak ingin meladeni Tukang Becak yang pinter ngeles ini maka dia kali ini ngalah (yang waras ngalah he..he).”Ya sudah saat ini kamu Saya maafkan dan Saya tidak tilang…..jangan ulangi lagi yach…bila ulangi lagi Saya langsung tilang, tidak ada alasan…”. Pungkas Polisi tersebut sedikit kesal dan Tukang becak tersebut melanjutkan perjalanannya.

Beberapa hari berikutnya ternyata si Tukang becak tersebut mengulangi lagi perbuatannya melanggar rambu becak dilarang lewat tersebut. Dan yang konyol dan mungkin kebetulan lagi ternyata Polisi yang menangkapnya adalah Polisi yang dulu lagi pada waktu pertama melanggar. Tentu saja si Polisi jadi marah besar dan langsung mengeluarkan surat tilang.”Kamu melanggar lagi yach….!, sebelumnya kamu sudah tahukan bahwa ada rambu ‘Becak Dilarang Lewat’ ini…” kata Polisi kepada Tukang becak dengan geram.”Saya sudah tahu Pak Polisi…..” jawab Tukang Becak dengan tampa expresi.”Saya tahu kalau ada Rambu Becak Dilarang Lewat disini,…tapi Saya justru tidak tahu kalau ada Pak Polisi disini….” lanjut dia dengan tenangnya. Eh..eh..benar-benar Raja ngeles nih. Kena lagi deh Polisinya. Jangan serius.


Leave a response

Your response:

Categories