Pengalaman naik kereta api Turangga jurusan Surabaya-Bandung pada tanggal 13 Agustus 2009, tepatnya pada hari Kamis memberikan kenangan tersendiri bagi kami. Kenapa memberikenangan sendiri? karena banyak kejadian yang membuat kami sangat bersyukur, terkesan dan tak terduga yang akhirnya melapangkan jalan kami untuk berangkat dengan lancar dan tiba tepat waktu di Bandung yaitu Jam 07:10 WIB tepat sesuai dengan perkiraan tiba yang tertera pada tiket Kereta Api.
Berawal ada panggilan dinas kantor di Balikpapan untuk mengikuti kegiatan di Bandung. Tentu saja kami mempersiapkan diri untuk berangkat dan langkah pertama tentunya mencati tiket jurusan Balikpapan menuju Bandung via Jakarta tentunya. Terminal laptop didepan meja kerja kami langsung mengakses situs internet layanan penerbangan yang melayani penerbangan Balikpapan-Jakarta (Jakarta kota transit sebelum ke Bandung).
Hasil pencarian situs internet didapat harga tiket yang mencengangkan karena jauh diatas harga normal. Wah ini pasti karena ada libur tiga hari nih, pikir kami. Bayangkan bila kita beli tiket hari normal tujuan Balikpapan-Jakarta tarip tiket antara Rp.350ribu-500ribu saja, eh ternyata saat kami browsing Internet tarip sudah diatas Rp.800ribu, bahkan satu hari sebelum hari keberangkatan Tarip sudah Rp.1,5juta.
Setelah tidak mendapatkan harga tiket yang cocok melalui Internet tersebut, maka kami mulai grilya ke travel-travel di Balikpapan sebagai alternatif pilihan. Namun tetap saja harga tidak ada yang tarif normal, bahkan ada tarif penerbangan yang mematok harga Rp.3,5juta(wah pasti nggak bakalan dibelih deh, mending uangnya ditabung…hhee).
Tapikan kami harus berangkat ke Bandung. Wah ini harus ada solusi dan alternatif jurusan keberangkatan nih. Akhirnya kami mencari alternatip yang paling mewakili unsur ekonomis dan refreshing yaitu ke Bandung via Surabaya, walaupum dengan harga tiket yang sebenarnya nggak bisa dibilang murah juga yaitu Rp.600ribu.
Pada tanggal 13 Agustus 2009 Jam 13:25 WITA kami berangkat ke Surabaya dengan menggunakan penerbangan Lion Air, dengan planning tiba di Surabaya Jam 14:10 WIB sehingga dapat langsung naik Kereta Api Malam Turangga tujuan Surbaya-Bandung Jam 18:00 WIB. Namun ternyata penerbangan Lion Balikpapan-Surabaya delayed sehingga kami baru tiba di Bandara Surabaya sekitar Jam 14:50 WIB. Waktu yang mepet karena dari Bandara Juanda ke Stasiun KA Gubeng Surabaya memakan waktu 1 jam, itupun bila tidak macet berat.
Singkat cerita dengan rasa was-was karena waktu tiba di Statsium Gubeng Jam 15:45 WIB cukup sore khawatir tidak ada tiket. Ternyata perkiraan kami tepat, setiba di stasiun Gubeng kami buru-buru ke loket penjualan tiket yang waktu itu masih banyak yang ngantri, dan dibilang oleh petugas loket tiket KA Turangga ke Bandung dinyatakan “HABIS”. Kami tentunya sangat kecewa, dan kami melihat ada penumpang yang nekat beli tiket untuk berdiri (Bayangkan berdiri dari Surabaya ke Bandung…) tapi KA lain non eksekutive Mutiara Selatan jurusan Surbaya-Bandung berangkat Jam 16:00 WIB.
Akhirnya kami cari peluang untuk dapat tiket iseng-iseng melalui orang-orang yang berdiri didekat Loket (Wah diloket sudah habis kok ada yang nawarin tiket….). Kami iseng menanyakan ke orang tersebut, berapa? ternyata ditawarin harga tiket Rp.300ribu.(Tarif normal Rp.220ribu). Lalu kami tawar Rp.250000,- dan ternyata dia bertahan.Wah kalau gua beli via Calo bisa-bisa kami disemprit petugas KA donk(?).
Nggak mau putus asah kami masih mencoba cara lain, mudah-mudah dengan menolak Calo dibukakan jalan untuk mendapatkan tiket KA Turangga Jurusan Surbaya-Bandung, Bismillah….dalam hati kami memintah pertolongan-Nya. Langsung pikiran kami mendorong langkah di tempat Kepala Stasiun untuk minta pertolongan, dan biasanya dibantu bila ada dokumen pendukung dari kantor seperti surat perjalan dinas/Surat panggilan dll.
Kami menanyakan ke petugas Pusat Informasi tentang lokai ruang Kepala Stasiun, eh…ternyata pada nggak tahu (Mungkin petugas yang ditanya Siswa magang dari Sekolah….), untungnya ada petugas lain yang kebetulan berdiri disana dan menunjukkan kepada kami ruang POSKO untuk ketemu petugas adminisrasi KA.
Langsung kami mendatangi POSKO dan saat itu pas kami masuk, ruang masih sepi, dan dipojokan ada petugas POSKO yang sedang Sholat. Kami menunggu dengan harapan yang sangat besar kepada petugas POSKO KA yang sedang Sholat tersebut. Nggak beberapa lama kami langsung menjelaskan kepada beliau maksud kedatangan kami ke POSKO tersebut dengan memberikatan dokumen panggilan dinas SEGERA ke Bandung. Setelah menerima penjelasan kami, ternyata petugas POSKO tersebut dengan baik hati mau mengusahakan berangkatan kami saat itu. Kami sudah menyatakan bila diberikan di Retorasi saja nggak apa-apa asal berangkat. Namun ternyata petugas ini dengan suka rela menelepon petugas lain untuk mengusahakan kami dapat tiket. Ternyata berhasil, dan si petugas membuat disposisi ke loket untuk menberikan tiket cadangan kepada kami. Dengan sangat gembira dan berterima kasih ke petugas POSKO KA tersebut, maka kami langsung bergegas ke loket kembali dan membeli tiket KA Turangga Jurusan Surbaya-Bandung dengan harga Rp.220.000. Luar biasa pertolongan seorang petugas POSKO kereta Api dengan tampa pamrih sedikitpun. Salut dan awal kebangkitan Layanan Kerata Api Indonesia yang merupakan transportasi andalan masyarakat Indonesia.
Tepat Jam 18:00 WIB KA Turangga jurusan Surbaya-Bandung diberangkatkan tepat waktu dan kami dengan perasaan lega duduk dibangku 8F eksekutif 7. Suasana ruang Kereta Api yang bersih menjadi tambahan terkesan kami terhadap layanan Kereta Api Turangga. Fasilitas lain seperti full musik, video secara apik ditampilkan selama perjalanan. Tepat Jam 07:10 WIB KA Turangga tiba tepat waktu di Bandung., dan kami tentu tidak terlambat menghadiri kegiatan kantor di Bandung.
Pengalaman yang baru kami alami ini tentu sangat terkesan, semoga PT.KA Indonesia terus memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggannya sehingga menjadi tranportasi masyarkat andalan untuk masa-masa yang akan datang. Sekali lagi selamat…dan Jayalah.


