Posted by: gecor | 26 November, 2008

Aku Juara I…kok Panitia Sewot..!

pialaTurnamen Tennis lapangan Executive bagi pelanggan Telkomsel Priority garapan operator Telokumunikasi Selular terbesar di Tanah  Air TELKOMSEL di Balikpapan tanggal 16 November  2008 ini mungkin banyak meninggalkan cerita yang cukup menarik. Turnamen Tennis lapangan ini diikuti oleh 10 pasang pemain Tennis Lapangan Maniakdi Balikpapan dengan klasifikasi executive seperti (Yang Dikenal) Wawali Kodya Balikpapan, Pimpinan Surat Kabar KALTIMPOST, Pimpinan PKT Balikpapan,  Ketua PELTI,  Pejabat TNI (KODAM & POLDA), EGM Telkom Kalimantan, dan banyak lagi sehingga Turnamen ini benar-benar disiapkan serius dan cukup prestise oleh Panitia Penyelenggara yang personilnya banyak dari Jajaran PELTI Balikpapan selain dari Telkomsel sendiri. Suasana penyelenggaraannyapun cukup wah seperti dipasang Benner besar,Spanduk,tempat penonton executive dengan hidangan kue dan minum lengkap serta tempat khusus untuk penyerahan hadiah Sang Juara ditengah lapangan. Tempat penyerahan Hadiah bagi pemenang sudah dibuatkan panggung dengan banner cukup besar bertuliskan Turnamen Tennis Lapangan Executive Telkomsel Prority dan panggung dengan nomor urut kejuaraan. Pokoknya sesuai dengan gengsi turnamen ini sendiri.

Pada hari itu kebetulan aku terlambat datang sehingga tidak terdaftar sebagai peserta pertandingan. Namun dilala karena ada peserta yang mengundurkan diri atau tidak datang, aku ditunjuk Panitia untuk menggantikan peserta yang tidak datang tersebut. Aku masuk di group B dengan peserta 5 pasang dilakukan pertandingan setengah kompetisi atau setiap pasangan saling bertemu. Juara Group dan Renner Up masuk Semifinal. Pertandingan demi pertandingan aku lakukan bersama pasanganku yang ternyata permainannya sangat bagus, apalagi latar belakang dari tentara (Phisik Menunjang) sehingga 4 kali bertanding semua lawan kita kalahkan dengan point yang telak.

Kondisi ini tentunya sangat menyenangkan bagi kami, namun tidak bagi Panitia. Panitia mengharapkan pasangan kami mengalah dalam turnamen ini karena aku sebagai peserta dadakan/pengganti. Panitia selalu mendekati aku untuk mengalah dengan lawan-lawan tanding yang lain “Bapak mengalah Saja karena kasian peserta lain, Bapakkan hanya pemain pengganti peserta yang tidak hadir (Maksudnya aku dimasukkan sebagai peserta karena jasa baiknya saja) atau bolehlah maju sampai Semi Final dan cukup Juara 3 atau okelah Juara 2!” kata Panitia. Wah jadi pasti ada pasangan yang digadang-gadang dijadikan Juara I nih pikir aku. SIapa yah?.

Setelah mau diarahkan tersebut, bukan menuruti keinginan Panitia tersebut, aku dan pasanganku justru mainnya menjadi tambah bagus saja, dan akhirnya kami masuk Final melawan pasangan Juara bertahan tahun lalu yaitu pasangan Wakil Walikotamadya. Nah mulai kelihatan bahwa Panitia dan penyelenggara tentunya mangharapkan yang Juara pasangan Wawali ini, walaupun sebenarnya menurut penilaian aku Wawali ini orangnya sangat sportib dan permainan Tennis Lapangannya juga sangat bagus serta kami sering bermain bersama dalam beberapa kesempatan pertandingan persahabatan.

Momen Final ini tentunya menjadi sangat seru, hampir semua pononton menjadi tegang terutama Panitia tentunya. Panitia dan tentunya sebagian penonton yang hadir tentunya mengharapkan pasangan Wawali Juara mengalahkan kami. Mungkin hanya 1-8 Orang saja dari hampir 60 orang  yang mendukung pasangan aku yaitu Istriku, teman kantorku  saja yang mendukung aku dan pasanganku  yang  kelihatan sangat tegang.

Para wasit dan penjaga garis yang dominan dari PELTI bekerja sangat berat pada waktu itu. Karena salah sedikit bisa-bisa dimarahi Panitia dan jajarannya, apalagi yang sedang bertanding adalah pasangan Wawali. Sempat ada momen menarik bagaimana seorang wasit bagitu “Sungkan” sambil menunduk mengatakan bola “masuk atau In” padahal diprotes oleh Wawali bahwa bola Keluar atau Out. Aku salut dan sangat menghargai wasit yang konsisten atas keputusannya. Walaupun sebenarnya Wawali juga nggak ngotot atau berkeras mempertahankan pendapatanya. Namun melihat tingkah laku wasit dan penjaga garis tersebut akau menjadi tersenyum.

Singkat cerita akhirnya aku yang menjadi Juara I mengalahkan pasangan Wawali dengan skore telak 6-2 dan kondisi ini tentunya tidak menjadikan turnamen ini Happy Ending bagi Panitia. Aku Juara I Panitia menjadi sewot.  Pelaksanaan penyerahan kejuaraan seperti pengalungan bunga, penyerahan piala dan hadiah Raket tidak seantusias pada saat memulai turnamen. Photo dan wawancara video wartawan dilaksanakan dengan setengah hati. Mungkin keinginan dan skenario Panitia yang akan dipublikasikan adalah Photo dan wawancara Wawali bukan photo dan wawancara aku yang tidak punya bakat untuk diberitakan atau tidak laku menarik untuk diketahui masyarakat.

Sempat besoknya aku masih mengharapkan kegiatan turnamen tennis executive ini diberitakan Harian Terbesar di Kaltim yaitu koran Kaltim Post. Biasanya koran ini meliput setiap kegiatan Olah Raga sekelas pertandingan persahabatan antar instansi sekalipun apalagi ada pejabat koran Kaltim Post sendiri, sehingga pengharapannya ada photo aku dengan latar belakang turnamen Tennis lapangan executive garapan Telkomsel ini didamping pasangan Wawali sebagai Juara II dan pasangan Direktur Kaltim Post sebagai Juara III.

Harapan tinggal harapan sampai hari ke-3 tidak ada sedikitpun berita tentang Turnamen Tennis Lapangan executive Telkomsel tersebut, sehingga lengkaplah sudah tidak hanya Panitia, Penyelenggara saja yang sewot, ternyata Koran Kaltim Post  juga turut sewot aku Juara I…he…he. Mohon maaf untuk semua hanya selingan dan pengalaman menarik.


Leave a response

Your response:

Categories