Bagi sebagian orang yang biasa hidup dilingkungan sungai di khusus masyarakat yang hidupnya sangat tergantung dengan aliran sungai tentunya keberadaan pasar terapung ini merupakan hal biasa. Tidak begitu halnya bagi kami dan rombongan dari Balikpapan yang sedang dinas kantor ke Banjarmasin, tentunya momen ini tidak akan begitu saja dilewatkan. Pada tanggal 13 November 2009 setelah Acara Kantor selesai kami dengan rombongan (Sebanyak 11 Orang) sekitar Jam 05:00 WITA dengan menyewa perahu motor dari depan Hotel berangkat menuju Pasar Terapung.
Didepan Hotel tempat menginap memang ada sungai yang lebarnya sekitar 30 meter membentang membelah kota Banjarmasin. Perjalanan dari Hotel ke Pasar Terapung sekitar 30-45 menit. Dalam perjalanan menyisir sungai di Banjarmasin ini tentunya sangat banyak dijumpai hal-hal yang unik. Seperti rumah-rumah penduduk di pinggiran sungai, warung/toko yang menghadap sungai, sampai dengan kolong-kolong jembatan yang sempit sehingga harus hati-hati untuk melewatinya.
Pasar Terapung sendiri adalah Pasar Tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah shalat Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.
Tanggal 19 September 2009 atau H-1 sebelum Hari Lebaran di Pasar Klandasan Balikpapan tentunya sama suasananya dengan pasar-pasar tradisional lainnya dikota lain di Indonesia, yaitu pasti ramai dan padat pembeli. Pasar Klandasan Balikpapan merupakan salah satu pasar kelas menengah sampai atas. Masih ada lagi pasar di Balikpapan yang dianggap lebih murah yaitu Pasar Kebun Sayur.
Pasar merupakan tempat bertemu antara pedagang dan pembeli. Selain itu juga biasanya banyak mangkal tukang becak menawarkan jasa angkutan barang dagangan pedagang dan pembeli. Seorang Ibu muda ingin menggunakan jasa tukang becak ini. Dia mendekati salah seorang Tukang becak dipasar tersebut. Langsung sang Ibu menanyakan ke tukang becak tersebut apakah mau mengantarkan dan membawa barang pembelian dari pasar ker rumahnya.
Hari lebaran sudah mulai dekat. Tinggal 16 Hari lagi, waktu yang tidak terlalu lama lagi. Bagi kita yang sudah merencanakan jauh sebelumnya untuk berlebaran dengan keluarga tentunya seluruh pikiran sudah terkonsentrasi untuk persiapan segala sesuatunya untuk menyongsong hari penuh kebahagian dan berkah tersebut. Praktis bagi yang masih menghabiskan waktu menunggu hari-hari di kantor pada saat ini, kemungkinan tingkat produktifitasnya mulai menurun. Wah ini semoga tidak terjadi. Bila rencana pulang disiapkan jauh-jauh hari tentunya saat ini Tiket untuk pulang sekeluarga sudah ditangan. Tiket pulang merupakan hal yang sangat penting. Keinginan yang mengebu untuk pulang Lebaran bisa gagal total bila memperoleh tiket tidak berhasil. Sekarang ini, bagi yang punya uang banyak(Mampu…) belum tentu juga dapat tiket pulang Lebaran karena permintaan sangat tinggi. Apalagi bagi yang memiliki uang terbatas, untuk mengejar harga tiket murah/promo sangat sulit.
Pengalaman naik kereta api Turangga jurusan Surabaya-Bandung pada tanggal 13 Agustus 2009, tepatnya pada hari Kamis memberikan kenangan tersendiri bagi kami. Kenapa memberikenangan sendiri? karena banyak kejadian yang membuat kami sangat bersyukur, terkesan dan tak terduga yang akhirnya melapangkan jalan kami untuk berangkat dengan lancar dan tiba tepat waktu di Bandung yaitu Jam 07:10 WIB tepat sesuai dengan perkiraan tiba yang tertera pada tiket Kereta Api.
Mengikuti perjalanan penerbangan dengan menggunakan pesawat Lion Air dari Pontianak ke Balikpapan transit di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 2009 mengalami peristiwa mengecewakan namun membawa nikmat.
Liburan bagi kita tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahun. Biasanya liburan terjadi pada antara bulan Juni-Juli setiap tahun bersamaan liburan sekolah. Budget untuk pembiayaan liburan tentunya harus disiapkan jauh-jauh hari sehingga diharapkan tidak terlalu membebani pembiayaan hidup keluarga sehari-hari. Kalau kita masuk dalam kelompok keluarga yang mampu/berada/beruang tentunya berapapun budget yang dibutuhkan untuk berlibur tidak menjadi masalah yang berarti.




